
Banyak hal yang di temui ketika kita naik sepeda ke berbagai pelosok bumi mataram, baik keramahan penduduknya, budaya, seni kerajinan dan yang paling berkesan adalah cita rasa kulinernya.
Rabu, 08 Juni 2011
Distance Education

Rabu, 11 Mei 2011
Terapi Warna Sesuai Jenis Penyakit

Terapi Warna Sesuai Jenis Penyakit
COBALAH memanfaatkan warna di sekitar Anda saat sedang mengalami gangguan emosi atau fisik. Terapi warna dinyatakan bisa membantu menyeimbangkan gangguan fisik, emosional dan spiritual. Masing-masing warna memengaruhi cakra tubuh yang berbeda, sehingga mengatasi masalah yang berbeda-beda pula.
Bagaimana cara menggunakannya? Terapis warna menggunakan satu atau beberapa objek untuk memancarkan warna ke dalam tubuh. Beberapa terapis menggunakan batu permata, lilin, lampu, kristal, prisma, kain, lensa mata berwarna, atau laser berwarna. Akan tetapi, cara menggunakan cahaya ini bukanlah faktor terpenting. Yang perlu Anda perhatikan adalah warna yang digunakan.
Sebagai contoh, terapis tidak akan menggunakan warna merah untuk memulihkan pasien dengan amarah. Terapi akan menggunakan warna biru atau warna tenang lainnya.
Untuk membantu Anda menggunakan terapi ini, berikut pilihan warna sesuai dengan gangguan yang Anda alami:
Merah
Menggambarkan api, kemarahan, dan hasrat. Warna ini menstimulasi akar cakra di pangkal tulang belakang.Merah, seperti diuraikan di situs hubpages.com, merupakan warna yang sangat kuat, sehingga mampu menstimulasi aliran darah ke anggota-anggota tubuh. Warna ini bermanfaat dalam mengatasi berbagai penyakit seperti tekanan darah rendah, rematik, kelumpuhan, anemia, serta tuberculosis stadium lanjut. Selain itu, warna ini juga membantu meredakan kekakuan, menstimulasi ovulasi dan menstruasi, melonggarkan hambatan dan menstimulasi pertumbuhan.
Oranye
Melambangkan kebanggan dan kemakmuran, menstimulasi cakra sakral.Oranye merupakan warna yang menguatkan energi dan menstimulasi saraf dan suplai darah. Warna ini bisa membantu menangani gangguan seperti batu ginjal, batu empedu, hernia, usus buntu dan produksi susu setelah melahirkan. Selain itu, warna ini juga menstimulasi kreativitas, meredakan ekspresi seksual berlebih, menstimulasi paru-paru, membantu pencernaan dan pernafasan, meredakan kram otot dan meningkatkan aktivitas tiroid.
Kuning
Melambangkan kebahagiaan dan menstimulasi solar plexus.Kuning merupakan warna yang bisa menstimulasi otak, perut, usus, limpa dan hati. Warna ini bisa membantu menangani diabetes, gangguan pencernaan, konstipasi, sipilis, impotensi, infeksi mata, infeksi tenggorokan, gangguan hati dan ginjal. Warna ini bisa berperan sebagai laksatif dan diuretik, menguatkan saraf, meredakan rasa sakit, meningkatkan kesehatan kulit dan menyembuhkan jaringan yang luka.
Hijau
Melambangkan harmoni dan alam. Warna ini menstimulasi cakra jantung.Hijau merupakan alat penenang ringan yang bisa membantu menangani kondisi seperti demam, mag, flu, malaria, gangguan seksual, kanker dan kondisi peradangan. Selain itu, warna ini juga berfungsi menguatkan mata dan daya panjang, ketidakseimbangan emosional, memurnikan tubuh dari kuman-kuman dan bakteri, menyembuhkan ginjal, menguatkan sistem kekebalan tubuh, dan membangun otot, tulang serta jaringan.
Biru
Melambangkan ketenangan dan kesedihan. Warna ini menstimulasi cakra tenggorokan. Biru merupakan warna yang bisa menenangkan. Warna ini bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit, mengurangi perdarahan, menyembuhkan luka bakar, mengatasi asma, tekanan darah tinggi, gangguan kulit, dan gangguan pernafasan. Selain itu, warna biru juga membantu mengatasi peradangan, menghentikan perdarahan, meredakan demam, meredakan stres, rasa nyeri, serta menenangkan agresi dan histeria.
Nila-Menstimulasi cakra alis mata
Nila merupakan warna penyeimbang karena warna ini merupakan perpaduan antara merah dan biru. Nila membantu memurnikan aliran darah, membantu kondisi mental, menstimulasi kasih sayang yang mendalam, dan memulihkan penyakit mata dan telinga.
Ungu/Lemabayung-Melambangkan relaksasi dan keyakinan
Ungu merupakan stimulan yang memadukan merah dan biru. Warna ini bisa digunakan untuk mengatasi konstipasi kronis, katarak, migrain, gangguan kulit, keputihan, gangguan rahim serta membantu mata, telinga dan sistem saraf. Di samping itu, warna ungu juga bisa mengatasi gangguan emosi, radang sendi, insomnia, stres, mengurangi gairah seksual, mengurangi kepekaan terhadap rasa sakit dan memperlambat jantung yang terlalu aktif.
Putih-Melambangkan kemurnian
Putih merupakan warna penyembuh. Untuk membantu menyembuhkan area tertentu yang mengalami gangguan, cobalah mengarahkan warna putih langsung ke area tersebut. Putih biasanya digunakan sebagai pemulih spiritual.
Magenta (merah keunguan)
Magenta membantu menstimulasi adrenalin dan aktivitas jantung. Warna ini bisa membantu menentukan dan menguatkan pandangan Anda mengenai tujuan hidup.
Merah jambu
Warna ini membantu mengatasi emosi, meredakan kesedihan, meremajakan diri, dan mendekatkan Anda dengan perasaan sendiri.
Biru kehijauan/pirus.
Pirus merupakan paduan dari warna putih, hijau dan kuning. Warna ini bisa meningkatkan intuisi dan sensitivitas, berperan sebagai antiseptik, meredakan stres, menjaga kesehatan kulit serta membantu mengencangkan sistem organ. (MI/ICH)
Sumber : http://gresnews.com
Jumat, 11 Februari 2011
Sebuah tradisi yang masih ada di jogja, perayaan sekaten (berasal dari kata Syahadatain) adalah acara peringatan ulang tahun Nabi Muhammad s.a.w. yang diadakan pada tiap tanggal 5 bulan JawaMulud(Rabiul awal tahun Hijrah) di alun-alun utara Yogyakarta (dan juga di alun-alun Surakarta secara bersamaan). Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakartauntuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.
Di Kasultana Ngayogyakarta, perayaan sekaten yang terus berkembang dari tahun ke tahun pada dasarnya terdapat tiga pokok inti yang antara lain:

1. Dibunyikannya dua perangkat gamelan (Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu) di Kagungan Dalem Pagongan Masjid Agung Yogyakarta selama 7 hari berturut-turut, kecuali Kamis malam sampai Jumat siang.
2. Peringatan hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW pada tanggal 11 Mulud malam, bertempat di serambi Kagungan Dalem Masjid Agung, dengan Bacaan riwayat Nabi oleh Abdi Dalem Kasultanan, para kerabat, pejabat, dan rakyat.
3. Pemberian sedekah Ngarsa Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan, berupa Hajad Dalem Gunungan dalam upacara Garebeg sebagai upacara puncak sekaten.
Tapi yang penting ya jajanannya, banyak panganan yang dijual pedagang seperti, sate kere yaitu perpaduan antara gajih dan gembus, tahu petis, bolang-baling, galundeng, sego guri, jagung godhog, dele godhog, plus gedhang godhog itu menu andalan dan ajeg mesti ada….., selain itu juga bakso, soto, gudeg di stan-stan makanan……
Mainan anak juga masih ada, kaya kapal-kapalan yang digerakkan pake sumbu & minyak klentik, mancing iwak-iwakan berhadiah endhog cecak, balon, aneka mainan plastik, mandi bola, sepur kelinci, odhong-odhong…..wes jiaaaaaan akeh tenan.
Bagi tante-tante ato ibu muda bisa beli pakian abul awul, daster, batik, tas, sepatu, dompet….., lha om-omnya atau papa bolo-bolo bisa liat-liat motor model terbaru yang dipamerkan oleh stan otomotif……
Sekaten memang hiburan untuk rakyat……semoga menghibur dan bermanfaat
Minggu, 27 Juni 2010
Bike To Work Gelar Aksi, Jalan Thamrin Macet Bike To Work Indonesia mencatat ada 12 orang pesepeda meninggal tertabrak kendaran.
Aksi ini juga dilakukan di Jakarta. Sekitara 600 pesepeda melakukan aksi damai dengan tema "Bersepeda dalam Sunyi" atau Ride of Selice. Kegiatan ini dilakukan dari Bundaran Hotel Indonesia menuju kawasan Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Setelah melakukan aksi damai dengan menyalakan seribu lilin di Bundaran Hotel Indonesia, kelompok pekerja bersepeda ini kemudian bergerak menuju taman kota itu.
Rombongan sepeda ini membuat lalu lintas menuju Blok M mengalami kemacetan karena volume kendaraan di kawasan Bundaran HI memang padat pada malam hari. Saat ini rombongan sudah melintasi kawasan Semanggi.
Aksi Bersepeda dalam Sunyi atau Ride of Selice ini dilakukan untuk memperingati kematian Adi Nagara. Anggota pesepeda Rocketer's ini meninggal karena tertabrak truk di Jalan Raya Gunung Sindur, Bogor.
Berdasarkan catatan Bike To Work Indonesia, dalam kurun waktu tiga tahun ada 12 orang pesepeda di seluruh Indonesia meninggal karena tertabrak kendaraan yang disebabkan karena kelalaian pengemudi kendaraan bermotor.
Sabtu, 12 Juni 2010
Mau dapat $......?
Potensi penghasilan yang sangat baik untuk:
- Pemilik website yang ingin memanfaatkan dari mereka website
- Blogger, terlepas dari topik tertutup
- Forum / pemilik papan pesan dan pengguna sama
- Jejaring sosial anggota dengan banyak koneksi
Custom arahan link:
![]() | ![]() | |
Rabu, 21 April 2010
Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada dikawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23˚ C – 27˚ C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta. Ada 2 jalur jalan untuk menuju Objek Wisata ini melalui jalan aspal yang mulus, jika dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung/kerajinan Topeng, kemudian menuju Desa Nglanggeran ( Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ). Jika dari arah Jogjakarta : Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM belok kiri kira-kira 7 KM ( arah desa Ngoro-oro lokasi stasiun-stasiun Transmisi ), menuju desa Nglanggeran (Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ).
Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, dinyatakan Gunung Nglanggeran adalah Gunung Berapi Purba. Kita sudah sering mendengar dan melihat gambar tentang manusia Purba, nah seperti apakah Gunung Berapi Purba??? Lihat keindahan dan Panorama Alamnya di lokasi wisata ini. Bongkahan batu yang menjulang tinggi seperti gedung bertingkat dan mall yang dulunya merupakan gunung berapi aktif ( 60 juta thn yang lalu ) sekarang dapat kita duduki sambil menghirup udara segar sambil berfoto-foto.
Ada bangunan Joglo ( Pendopo Joglo Kalisong ) di pintu masuk dan bila kita melangkah kejalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang sampai puncak gunung. Permadani hijau yang terhampar kala memandang ke bawah, melihat ladang, kebun, dan bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, manambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata out bond, makrab, dan bekemah.
Banyak wisatawan lokal, dan ada juga sesekali wisatawan asing mengunjungi Gunung Nglanggeran untuk menikmati keindahan pemandangan, mencoba menaklukkan batu-batu besar untuk didaki, dan banyak juga yang hanya sekedar melepas kepenatan dari aktifitas kerja keseharian dan kebisingan kota.
(Sumber :http://www.gunungapipurba.com)
Senin, 01 Februari 2010
Desa wisata kerajinan
Aksesoris Sepeda Anda
`

